www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Untuk Sementara, Capaian Imunisasi MR Papua Barat Tertinggi

Posted by On 1:57 AM

Untuk Sementara, Capaian Imunisasi MR Papua Barat Tertinggi

Liputan6.com, Manokwari Secara serentak per 1 Agustus 2018, 28 provinsi di luar Pulau Jawa melakukan imunisasi Measles Rubella (MR). Data per 26 Agustus 2018 pukul 19.00 menunjukkan jumlah cakupan anak yang divaksin MR paling tinggi di Papua Barat.

  • Sampai Kapan Pekanbaru Hentikan Pemberian Vaksin MR?
  • Sosialisasi Imunisasi MR Dilakukan di 28 Provinsi
  • MUI: Fatwa tentang Vaksin MR Bisa Jadi Acuan Masyarakat

"Dari 28 provinsi yang melakukan imunisasi MR, Papua Barat berada di urutan teratas yakni 64,97 persen dari total target," kata Kepala Dinas Kesehatan Otto Parorrongan dalam temu media di Manokwari, Papua Barat ditulis Selasa (28/8/2018).

Dari target 266.463 ribu target anak diimunisasi MR, sudah 173.133 yang divaksin di Papua Barat.

"Tentu ini belum mencapai target, masih kurang. Namun masih ada waktu sekitar sebulan lebih untuk mencapai 95 persen demi memberi kekebalan untuk campak dan rubella umur 9 bulan sampai 15 tahun," tambah Otto lagi.

Salah satu hal yang menarik dari Papua Barat adalah ada tiga kabupaten yang belum genap sebulan menjalankan program imunisasi MR sudah melampaui target yakni Tambrauw, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Simak video menarik berikut ini:

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Vaksin MR (Measless Rubella) yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) yang sudah digunakan di Indonesia boleh dilanjutkan penggunaannya meski dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal ...

1 dari 2 halaman

Lokasi sulit

Ada beberapa daerah yang jumlah anak yang mendapatkan vaksin MR masih sedikit. Di Kabupaten Kaimen a baru 16,33 persen anak yang diimunisasi MR, lalu di Kabupaten Pegunungan Arfak baru 29,11 persen.

"Yang paling sedikit ini Kaimana, mereka masih jalan dari pulau ke pulau di pedalaman. Nanti ketika kembali ke kota baru bisa melaporkan datanya, karena di pedalaman tidak ada sinyal," katanya lagi.

Sumber: Berita Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »