www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Merasa Takut, Ratusan Warga Tanah Merah Mengungsi Sementara ...

Posted by On 8:35 PM

Merasa Takut, Ratusan Warga Tanah Merah Mengungsi Sementara ...

Berita Kabupaten Kupang

Merasa Takut, Ratusan Warga Tanah Merah Mengungsi Sementara di Gereja GMIT Emaus Oebelo

Ratusan warga desa Tanah Merah mengungsi sementara di gereja GMIT Emaus Oebelo Jl Timor Raya Desa Tanah Merah.

Merasa Takut, Ratusan Warga Tanah Merah Mengungsi Sementara di Gereja GMIT Emaus OebeloPOS-KUPANG.COM/Gecio VianaGereja GMIT Emaus Oebelo Jl Timor Raya Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang yang menjadi tempat pengunsian sementara warga desa Tanah Merah, Sabtu (25/8/2018).

Laporan Reporter PIS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Merasa ketakutan karena bentrok susulan terjadi antarwarga desa Oebelo dan warga desa Tanah Merah yang mengakibatkan satu orang korban tewas, ratusan warga desa Tanah Merah mengungsi sementara di gereja GMIT Emaus Oebelo Jl Timor Raya Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (25/8/2018).

Mereka membawa peralatan tidur dan makanan seadanya untuk mencari tempat yang dirasa aman. Kebanyakan dari mereka merupakan anak-anak, lansia, perempuan dan warga yang sedang sakit.

Pdt. Regina Bule Logo Duri S.Th, Ketua Majelis Jemaat gereja GMIT Emaus Oebelo kepada awak media mengatakan, para warga tersebut berjumlah sekitar 250 orang dan telah mengungsi sementara selama satu malam pasca bentrok susulan terjadi pada Jumat(23/8/2018).

Baca: Ini Promo Tiket Pesawat di Garuda Indonesia Online Travel Fair

"Mereka (warga desa Tanah Merah) merasa ketakutan seperti anak kecil mengalami trauma ada juga yang trauma untuk pulang. Mereka takut karena bentrok susulan terjadi kemarin," jelasnya.

"Dari tadi malam saya hitung sampai hari ini sekitar 250 orang. Perempuan dan anak-anak paling banyak karena para bapak jaga rumah dan jaga batas desa yang diperkirakan mereka (warga Desa Oebelo) akan muncul," tambahnya.

Dikatakannya, kebutuhan yang paling diperlukan saat ini adalah dapur umum dan pelayanan kesehatan bagi warga khususnya anak-anak, ibu-ibu dan para lansia sehingga, lanjut Pdt. Regina, oihaknya bersama seorang tokoh jemaat gereja GMIT Emaus Oebelo telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah Kabupaten Kupang.

Selain itu, ia juga telah membangun koordinasi dengan Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah dan Sinode GMIT dalam hal ini Ketua Sinode GMIT, Pdt Merry Kolimon untuk bersama menyikapi keadaan dan situasi yang ada.

"Jawaban pertama dari ketua majelis Sinode GMIT bahwa nanti kontak Kapolda untuk perkuat keamanan di sini," ujarnya.

Sementara itu, sempat terjadi insiden dimana para warga berhamburan keluar gereja dan berteriak histeris karena mendengar informasi yang tidak jelas yang mengatakan bahwa telah terjadi penyerbuan oleh warga desa Oebelo.

Akan tetapi hal tersebut hanya sekedar informasi yang tidak jelas dan aparat keamanan serta beberapa warga lainnya dengan sigap menenangkan warga.

Terlihat jelas raut wajah khawatir dan cemas di raut wajah para warga. Sampai berita ini ditulis para warga masih memilih untuk mengungsi sementara di gereja tersebut.

Sedangkan para aparat kepolisian terus berjaga di bagian depan gereja dan di area sekitar gereja dan berbagai tempat lainnya. (*)

Penulis: Gecio Viana Editor: Kanis Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Detik-detik sebelum Tewas Dibegal, Mahasiswi Bandung Sempat Berencana Salat Tahajud Sumber: Google News | Liputan 24 Tanah Merah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »