www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ketika Jokowi Santai ke Daerah 'Merah' Rawan Konfilik Senjata di ...

Posted by On 8:29 PM

Ketika Jokowi Santai ke Daerah 'Merah' Rawan Konfilik Senjata di ...

Ketika Jokowi Santai ke Daerah 'Merah' Rawan Konfilik Senjata di Papua, TNI Siaga dan Siap Tembak

Meski demikian, kabupaten ini berstatus "merah" karena sering muncul gangguan keamanan dari kelompok bersenjata di Papua.

Ketika Jokowi  Santai ke Daerah 'Merah' Rawan Konfilik Senjata di Papua, TNI Siaga dan Siap TembakPresiden Joko Widodo menyimak penjelasan Malik, pimpinan proyek jalan Nduga ke Wamena, di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (31/12). Kunjungan Presiden ke Nduga mendapat pengawalan ketat aparat karena kawasan tersebut masih dianggap rawan dengan gangguan keamanan.(KOMPAS/ ANDY RIZA HIDAYAT)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika Joko wi Santai ke Daerah 'Merah' Rawan Konfilik Senjata di Papua, TNI Siaga dan Siap Tembak

Nduga adalah salah satu kabupaten di pesisir Provinsi Papua yang menghubungkan ke 11 kabupaten lainnya yang berada di pegunungan tengah Papua. Karena posisinya ini, Kabupaten Nduga sangat strategis untuk membuka keterisolasian kabupaten-kabupaten lainnya di Papua.

Meski demikian, kabupaten ini berstatus "merah" karena sering muncul gangguan keamanan dari kelompok bersenjata di Papua.

Tak heran jika sesaat setelah Presiden Joko Widodo tiba di kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada akhir 2015, anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun menanyakan siapa sosok berpakaian seperti warga biasa, dan bukan dinas, yang ikut mendampingi Presiden bersama Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Nduga Yarius Wijangge serta sejumlah menteri lainnya.

Baca: 9 Gambar Karikatur Aksi Heroik Anthony Ginting, Berjuang Melawan Batas Demi Indone sia!

Baca: Dua Anggota TNI Gugur Ditembak KKSB di Papua Saat Salurkan Bantuan, Berikut 5 Faktanya!

Baca: Jokowi Meninggalkan Istora Saat Final Bulu Tangkis Putra

Kecurigaan Paspampres baru pupus setelah diketahui orang tersebut ternyata Malik, Manajer Pelaksana Proyek Jalan Darat Nduga-Wamena, yang bekerja pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Malik memimpin pengerjaan proyek jalan sepanjang 278 kilometer yang melintasi perbukitan dan hutan belukar. Pembangunannya juga melibatkan personel TNI yang juga ikut sekaligus membantu pengamanannya.

Malik mengaku memilih berpakaian biasa daripada harus berpakaian dinas sebagaimana layaknya pejabat di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat karena status Nduga yang masih berstatus wilayah rawan akibat masih terjadinya gangguan keamanan.

Maklum, Malik pernah disandera kelompok bersenjata dan harus dibebaskan setelah ditukar dengan uang tebusan seni lai Rp 1 miliar.

"Saya berpakaian begini demi keamanan. Jika tidak menyamar, mereka bisa menculik saya lagi.

Di sini masih belum aman, terutama bagi pelaksana proyek," tutur Malik.

Halaman selanjutnya 123
Penulis: Valdy Suak Editor: Valdy Suak Sumber: Tribun Manado Ikuti kami di Detik-detik sebelum Tewas Dibegal, Mahasiswi Bandung Sempat Berencana Salat Tahajud Sumber: Google News | Liputan 24 Kenyam

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »