www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Teror Kelompok Bersenjata Papua, Warga Nduga Mengungsi ke Timika

Posted by On 4:49 PM

Teror Kelompok Bersenjata Papua, Warga Nduga Mengungsi ke Timika

Teror Kelompok Bersenjata Papua, Warga Nduga Mengungsi ke Timika Reporter:

Antara

Editor:

Ninis Chairunnisa

Jumat, 6 Juli 2018 11:48 WIB
Ratusan pengungsi warga tiga desa, Banti, Utikini dan Kimbeli, Distrik Tembagapura dicatat datanya oleh petugas Pemda, di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Papua, 20 November 2017. ANTARA FOTO

Ratusan pengungsi warga tiga desa, Banti, Utikini dan Kimbeli, Distrik Tembagapura dicatat datanya oleh petugas Pemda, di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Papua, 20 November 2017. ANT ARA FOTO

TEMPO.CO, Timika - Para pengungsi asal Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, hingga kini terus berdatangan ke Agats, Kabupaten Asmat, yang merupakan daerah tetangga terdekat. Gelombang pengungsi ini terjadi setelah meningkatnya gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata belakangan ini.

Kepala Dinas Sosial Asmat Amir Makhmud mengatakan saat ini ada 116 pengungsi Kenyam yang ditampung sementara di rumah sewa Dinas Sosial Asmat, Gereja Kristen Injili Agats, dan Rumah Adat Tongkonan Ikatan Keluarga Toraja Asmat. "Pengungsi warga non-Papua dengan jumlah sebanyak 66 orang untuk sementara menempati Rumah Tongkonan Agats. Sedangkan 50 warga asli Papua ditempatkan di rumah sewa di Jalan Amborep Agats," kata Amir saat dihubungi Antara, Jumat, 6 Juli 2018.

Baca: Jokowi Diminta Investigasi Kasus Kekerasan di Paniai Papua

Menurut Amir, Kabupaten Asmat, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga, memang menjadi pilihan utama warga saat mengungsi dari Kenyam akibat situasi keamanan di daerah itu mencekam pascateror penembakan oleh kelompok bersenjata.

Para pengungsi harus menempuh perjalanan belasan jam dari Batas Batu ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, dengan menumpang perahu motor menyusuri sungai-sungai lebar di wilayah itu. Aksi pengungsian besar-besaran warga Kenyam tidak saja dilakukan oleh warga non-Papua yang bekerja sebagai pedagang, buruh bangunan, peternak, dan aparatur pemerintah di Kabupaten Nduga. Pengungsian juga dilakukan warga asli Papua asal Yahukimo, Jayawijaya, dan sejumlah kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Amir memperkirakan gelombang pengungsian warga Kenyam ke Agats masih akan terus terjadi hingga beberapa waktu. Para pengungsi yang sementara ditampung di Agats rencananya akan pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Mereka masih menunggu kedatangan kapal Pelni, KM Leuser, yang dijadwalkan akan singgah di Pelabuhan Agats, Asmat, pada 11 Juli dan selanjutnya berlayar menuju Pelabuhan Paumako, Timika.

Baca: 10 Tahun Terakhir, 30 Polisi Papua Tewas oleh Kelompok Bersenjata

Hingga kini sudah dua gelombang pengungsi Kenyam tiba di Timika. Gelombang pertama pengungsi Kenyam tiba di Timika pada Ahad, 1 Juli, dengan jumlah 45 orang, menggunakan KM Tatamailau dari Agats, Asmat. Selanjutnya, pada Rabu, 4 Juli lalu, sebanyak 106 pengungsi Kenyam tiba di Timika menggunakan KM Sirimau dari Agats, Asmat.

Selain menampung para pengungsi, Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua, membantu memfasilitasi tiket kapal Pelni untuk mengangkut para pengungsi Kenyam ke Timika dengan menggelontorkan biaya Rp 162 juta.

Lihat Juga


Terkait
  • Gubernur Aceh Ditangkap, FITRA: Korupsi Otsus Aceh Mirip Papua

    Gubernur Aceh Ditangkap, FITRA: Korupsi Otsus Aceh Mirip Papua

    1 hari lalu
  • Gelombang Pengungsian Terjadi dari Nduga ke Kabupaten Asmat Papua

    Gelombang Pengungsian Terjadi dari Nduga ke Kabupaten Asmat Papua

    1 hari lalu
  • Jokowi Diminta Investigasi Kasus Kekerasan di Paniai Papua

    Jokowi Diminta Investigasi Kasus Kekerasan di Paniai Papua

    3 hari lalu
  • 10 Tahun Terakhir, 30 Polisi Papua Tewas oleh Kelompok Bersenjata

    10 Tahun Terakhir, 30 Polisi Papua Tewas oleh Kelompok Bersenjata

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  •  Kelakar Prabowo Mau Ajak SBY Ketemu untuk Nyanyi Bareng

    Kelakar Prabowo Mau Ajak SBY Ketemu untuk Nyanyi Bareng

    9 jam lalu
  • Jokowi Mengaku sudah Kantongi Nama Cawapres, Tinggal Diumumkan

    Jokowi Mengaku sudah Kantongi Nama Cawapres, Tinggal Diumumkan

    11 jam lalu
  • Prabowo Hadiri Halal Bihalal dan Reuni Purnawirawan Kopassus

    Prabowo Hadiri Halal Bihalal dan Reuni Purnawirawan Kopassus

    17 jam lalu
  • Gerindra Sebut Tak Mungkin Usung Anies Baswedan Jadi Capres

    Gerindra Sebut Tak Mungkin Usung Anies Baswedan Jadi Capres

    18 jam lalu
  • Foto
  • Divonis 10 Tahun Penjara, Rita Widyasari Tutup Muka

    Divonis 10 Tahun Penjara, Rita Widyasari Tutup Muka< /h2> 1 hari lalu

  • Gaya Tahanan Pasca Diperiksa KPK: dari Cilukba sampai Kacamata

    Gaya Tahanan Pasca Diperiksa KPK: dari Cilukba sampai Kacamata

    1 hari lalu
  • Aksi 67, PA 212 Berunjuk Rasa di Depan Gedung Bareskrim

    Aksi 67, PA 212 Berunjuk Rasa di Depan Gedung Bareskrim

    1 hari lalu
  • TKP Bom Pasuruan Dijaga Ketat

    TKP Bom Pasuruan Dijaga Ketat

    2 hari lalu
  • Video
  • Pedagang Versus Makanan Gratis di Demo Alumni 212

    Pedagang Versus Makanan Gratis di Demo Alumni 212

    23 jam lalu
  • Begini Cara Susi Pudjiastuti Kampanye Tanpa Plastik Kresek

    Begini Cara Susi Pudjiastuti Kampanye Tanpa Plastik Kresek

    1 hari lalu
  • Detik-detik Bom Pasuruan

    Detik-detik Bom Pasuruan

    1 hari lalu
  • Survei SMRC: Joko Widodo Unggul Lima Kriteria Ini

    Survei SMRC: Joko Widodo Unggul Lima Kriteria Ini

    1 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Divonis 10 Tahun, Ini Detail Gratifikasi Bupati Rita Widyasari

  • 2

    Itungan PPP tentang TGB Zainul Majdi Jika Jadi Cawapres Jokowi

  • 3

    Megawati Belum Diperiksa dalam Kasus BLBI, Ini Alasan KPK

  • 4

    KPK Tetapkan Dirut PT PBM Tersangka Suap Bupati Subang

  • 5

    Polri Berjanji Ata si Begal dan Penjambretan Seminggu Selesai

  • Fokus
  • Menanti Ganjil Genap dan Jurus Lain Buat Rute Atlet Asian Games

    Menanti Ganjil Genap dan Jurus Lain Buat Rute Atlet Asian Games

  • Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

    Begal Marak, Polisi Jakarta Serius Tangani Kejahatan Jalanan

  • Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

    Surat BPOM Soal Susu Kental Manis Picu Kontroversi

  • Pemblokiran Aplikasi Tik Tok dan Popularitas Bowo Alpenliebe

    Pemblokiran Aplikasi Tik Tok dan Popularitas Bowo Alpenliebe

  • Terkini
  • Polda Kalbar Tangkap Wanita Mencurigakan Berpakaian Polisi

    Polda Kalbar Tangkap Wanita Mencurigakan Berpakaian Polisi

    2 jam lalu
  • Maju Pemilihan Legislatif, Surat Mundur ASN Tak Bisa Ditarik

    Maju Pemilihan Legislatif, Surat Mundur ASN Tak Bisa Ditarik

    2 jam lalu
  • Ikuti Jejak Prabowo, Politikus Ini Galang Dana untuk Jadi Caleg

    Ikuti Jejak Prabowo, Politikus Ini Galang Dana untuk Jadi Caleg

    8 jam lalu
  • Aktivis 98 Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode

    Aktivis 98 Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode

    9 jam lalu
  • Ngabalin: TGB Dukung Jokowi Pasti Lewat Istikharah

    Ngabalin: TGB Dukung Jokowi Pasti Lewat Istikharah

    9 jam lalu
  • Penjelasan BMKG Soal Embun Beku di Dataran Tinggi Dieng

    Penjelasan BMKG Soal Embun Beku di Dataran Tinggi Dieng

    10 jam lalu
  •  Kelakar Prabowo Mau Ajak SBY Ketemu untuk Nyanyi Bareng

    Kelakar Prabowo Mau Ajak SBY Ketemu untuk Nyanyi Bareng

    10 jam lalu
  • Jokowi    Mengaku sudah Kantongi Nama Cawapres, Tinggal Diumumkan

    Jokowi Mengaku sudah Kantongi Nama Cawapres, Tinggal Diumumkan

    11 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Proyeksi Nilai Penjualan Ganja Setelah The Cannabis Act

    Dalam The Cannabis Act, status ganja menjadi legal dan dapat dipergunakan untuk keperluan pengobatan dan rekreasi. Inilah kandungan dan nilai jualnya.

    Sumber: Berita Papua

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »