www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Berkemah di depan KJRI, Pendukung Papua Barat Diusir Polisi

Posted by On 9:32 PM

Berkemah di depan KJRI, Pendukung Papua Barat Diusir Polisi

Mancanegara

Berkemah di depan KJRI, Pendukung Papua Barat Diusir Polisi

Kami menuntut agar tentara Indonesia keluar dari desa dan memperbolehkan bantuan makanan dan medis

Berkemah di depan KJRI, Pendukung Papua Barat Diusir PolisiSamantha Castro/FacebookPengunjuk rasa mengibarkan bendera kelompok Papua Barat Merdeka di depan kantor KJRI Melbourne.

TRIBUNKALTIM.CO, MELBOURNE - Pendukung gerakan Papua Barat Merdeka melakukan unjuk rasa di depan kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia ( KJRI) Melbourne di kawasan Albert Park, Melbourne, Jumat siang (20/7).

Mereka semula bermaksud berkemah di depan KJRI selama dua hari namun dibubarkan aparat keamanan.

Aksi unjuk rasa ini didasari sejumlah laporan media soal insiden yang terjadi antara Polri dan TNI dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di Kabupaten Nduga, Papua Barat

Dalam laporan tersebut disebutkan ketegangan meningkat setelah terjadi penembakan terhadap sebuah pesawat Twin Otter yang membawa perlengkapan pemilihan kepala daerah, akhir Juni lalu.

Dilaporkan pula beberapa warga Papua dan kelompok hak asasi manusia meminta agar Polri dan TNI menghentikan operasi bersama dari kawasan tersebut. Permintaan ini pula yang disampaikan kelompok pendukung Papua Barat Merdeka yang beraksi di KJRI Melbourne.

"Kami menuntut agar tentara Indonesia keluar dari desa dan memperbolehkan bantuan makanan dan medis kepada orang-orang yang terkena dampaknya," ujar Izzy Brown, salah satu pendukung Papua Merdeka di Melbourne.

Kepada ABC Indonesia, Izzy mengatakan, awalnya unjuk rasa hendak digelar selama dua hari dengan berkem ah di rerumputan yang menjadi pembatas jalan di depan kantor KJRI.

"Polisi kemudian datang dan kita tidak diperbolehkan berkemah. Petugas dari 'Park Victoria' juga meminta kami untuk membongkar tenda dan berkemas," ujarnya.

Park Victoria adalah otoritas yang mengatur pengeloaan seluruh taman dan kebun di negara bagian Victoria, termasuk izin penggunaan taman dan kebun. Izzy mengaku terdapat sekitar 15 orang yang bergabung dalam protes yang sejatinya akan menggelar acara musik, makan-makan, dan api unggun di malam hari.

Sementara itu, KJRI Melbourne menanggapi unjuk rasa tersebut dengan mengatakan pemerintah

Australia memperbolehkan warganya untuk menyampaikan ekspresi dalam batas kewajaran. "Tapi yang disayangkan karena mereka telah menganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas di depan kantor KJRI," ujar seorang staf KJRI.

"Mereka mendirikan tenda di atas area rerumputan pembatas jalan tapi melakukan aksi di depan kantor, jadi perlu menyeberang dan melintasi jalan yang tentu menghalangi pengendara mobil." Saat unjuk rasa terjadi, KJRI mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Federal Australia dan Kementerian Luar Negeri Australia.

Untuk pengamanan di dalam kantor, KJRI menjaga agar semua staf dan karyawan tetap waspada dan berhati-hati. Keterlibatan pihak keamanan Australia juga dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi upaya penerobosan kantor KJRI, seperti yang terjadi Januari tahun lalu.

Saat itu, seorang anggota kelompok pendukung Papua Barat Merdeka di Melbourne menerobos dan memanjat tembok kantor KJRI Melbourne dan membentangkan bendera kelompoknya. Saat itu, pemerintah RI lewat Menlu Retno Marsudi menuntut agar pemerintah Australia memastikan perlindungan bagi perwakilan diplomatik, termasuk bagi kantor dan karyawannya. (*)

Artikel ini tayang di kompas.com dengan judul Pendukung Papua Baat Merdeka Ba tal Berkemah di Depan KJRI Melbourne

Editor: Ahmad Bayasut Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Hentikan Pengendara Motor Ngebut Berboncengan 3, Polantas Terkejut Ternyata Sedang Bawa Jenazah Sumber: Berita Papua

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »