www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Perjuangan Menggelar Kabel Proyek Palapa Ring Timur di Papua

Posted by On 9:45 AM

Perjuangan Menggelar Kabel Proyek Palapa Ring Timur di Papua

Proses penggelaran selubung HDPE untuk pelindung kabel serat optik Palapa Ring Timur menggunakan mesin Vermeer di jalur antara Teluk Bintuni - Manokwari, Sabtu (12/5/2018).KOMPAS.com/Yoga H. Widiartanto Proses penggelaran selubung HDPE untuk pelindung kabel serat optik Palapa Ring Timur menggunakan mesin Vermeer di jalur antara Teluk Bintuni - Manokwari, Sabtu (12/5/2018).

TELUK BINTUNI, KOMPAS.com - Dari keseluruhan proyek Palapa Ring, bagian paling berat adalah penggelaran kabel serat optik Palapa Ring Timur. Selain harus melewati laut dalam, kabel tersebut juga mesti ditanam melalui jalur-jalur hutan dan pegunungan.

Selain itu ada juga segmen-segmen kabel serat optik darat yang mesti melintasi daerah rawan konflik. Tim penggelaran kabel itu pun mesti memiliki nyali dan persiapan penuh, apalagi dengan adanya potensi serangan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kadang beroperasi di jalur tersebut.

GM Project Implementation PT Palapa Timur Telematika (PTT), Benyamin Sembiring sempat bercerita mengenai tantangan yang dia hadapi selama menggelar kabel serat optik Palapa Ring Timur di daratan Papua.

"Tantangannya pasang kabel optik (Palapa Ring Timur) ini banyak di darat. Karena mesti lewati jalur mer ah, mesti dikawal juga oleh TNI bersenjata. Kita pernah pengawalan itu sampai enam orang untuk masang kabel," ujar pria yang akrab disapa Ben itu, di Teluk Bintuni, Jumat (11/5/2018).

Menurutnya pemasangan kabel di daratan Papua Barat cenderung lancar dan aman karena tidak melintasi jalur rawan konflik. Tetapi ketika mengarah ke Papua Barat, di antaranya jalur dari Nabire ke Timika, Merauke ke Tanah Merah.

"Sebelum jalan, kita sudah konsultasi keadaan dulu dengan TNI dan lainnya. Lalu diberikan brief. Nah, pesannya saat itu 'Kalau di jalur yang diapit lembah dengar suara tembakan, lari ke arah hutan ke bukit'. Kami mau pasang kabel serat optik tapi brief-nya seperti mau perang saja," cerita Ben.

"Kami siap dikawal sniper juga. Karena untuk jaga-jaga seandainya ketemu yang 'tiga huruf itu' (red-OPM)," imbuhnya.

Dia bersyukur meski mendapat pengawalan ketat saat bertugas menggelar kabel serat optik di daratan Papua, semuanya bisa dilalui dengan selamat.

Sebelumnya, PTT telah menyelesaikan pemasangan 50 persen kabel serat optik darat di proyek Palapa Ring Timur. Pada Jumat (11/5/2018) lalu, juga telah dimulai penggelaran kabel serat optik bawah laut perdana untuk segmen Teluk Bintuni Tangguh.

Bersamaan dengan penggelaran perdana itu, PTT juga mulai menarik kabel untuk menyambungkan segmen laut dengan segmen darat. Prediksinya keseluruhan proyek bisa selesai pada akhir 2018 dan siap beroperasi.

Saat sudah tersambung seluruhnya, rencananya paket Timur ini akan menjangkau 35 kabupaten atau kota yang tersebar dan menjangkau wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur (2 kabupaten), Maluku (3 kabupaten), Papua (23 kabupaten), dan Papua Barat (7 kabupaten).

Total panjang jaringan mencapai 8.454 km yaitu 50 persen merupakan kabel fiber optik laut, 45 persen kabel fiber optik darat, dan 5 persen microwave links.

Baca juga: Palapa Ring Timur Diharapkan Menarik Indosat dan XL Masuk Papua


Berita Terkait

Pemasangan Kabel Bawah Laut "Palapa Ring Barat" Resmi Dimulai

Microsoft dan Facebook Pasang Kabel Internet Bawah Laut Terkencang

XL Ikut Bangun Jaringan Kabel Laut Australia-Indonesia

Kabel Optik Palapa Ring Timur Mulai Digelar

Palapa Ring Timur Ditargetkan Beroperasi Akhir 2018

Terkini Lainnya

Perjuangan Menggelar Kabel Proyek Palapa Ring Timur di Papua

Perjuangan Menggelar Kabel Proyek Palapa Ring Timur di Papua

e-Business 14/05/2018, 20:10 WIB Selamat dari Serangan Jantung, Kakek Kirim Surat ke Bos Apple

Selamat dari Serangan Jantung, Kakek Kirim Surat ke Bos Apple

Gadget 14/05/2018, 19:05 WIB Wajah Lenovo Z5, Layar Semua Tanpa Poni dan Bezel?

Wajah Lenovo Z5, Layar Semua Tanpa Poni dan Bezel?

Gadget 14/05/2018, 17:03 WIB Teror Bom Merebak, Mesin Sensor Kominfo 'Patroli' Medsos Lebih Intens

Teror Bom Merebak, Mesin Sensor Kominfo "Patroli" Medsos Lebih Intens

e-Business 14/05/2018, 15:41 WIB Google “Paksa” Vendor Android Rajin Menambal

Google “Paksa” Vendor Android Rajin Menambal

Software 14/05/2018, 15:03 WIB CCTV Rekam iPhone Meledak di Toko Reparasi

CCTV Rekam iPhone Meledak di Toko Reparasi

Gadget 14/05/2018, 14:02 WIB Sertifikat Ungkap Keberadaan 3 Ponsel Baru Xiaomi

Sertifikat Ungkap Keberadaan 3 Ponsel Baru Xiaomi

Gadget 14/05/2018, 13:05 WIB Teror Bom Munculkan Hoaks dan Ujaran Kebencian, Laporkan ke Sini!

Teror Bom Munculkan Hoaks dan Ujaran Kebencian, Laporkan ke Sini!

Internet 14/05/2018, 12:14 WIB Facebook Bakal Buat Mata Uang Digital Sendiri?

Facebook Bakal Buat Mata Uang Digital Sendiri?

e-Business 14/05/2018, 11:44 WIB Menkominfo Imbau Jangan Beri 'Oksigen' untuk Aksi Teror

Menkominfo Imbau Jangan Beri "Oksigen" untuk Aksi Teror

e-Business 14/05/2018, 11:14 WIB Pesan Salah Kirim di WhatsApp Tetap Terbaca Jika Penerima 'Offline'

Pesan Salah Kirim di WhatsApp Tetap Terbaca Jika Penerima "Offline"

Software 14/05/2018, 10:09 WIB Nasib ZTE Ada di Tangan Presiden Trump

Nasib ZTE Ada di Tangan Presiden Trump

Gadget 14/05/2018, 08:52 WIB Diperbarui, YouTube Bisa Batasi Waktu Nonton Video

Diperbarui, YouTube Bisa Batasi Waktu Nonton Video

Software 14/05/2018, 07:34 WIB Motorola Patenkan Ponsel Layar Lipat yang Bisa Jadi Tablet

Motorola Patenkan Ponsel Layar Lipat yang Bisa Jadi Tablet

Gadget 14/05/2018, 06:39 WIB Melihat Meroketnya Pertumbuhan Xiaomi di Eropa

Melihat Meroketnya Pertumbuhan Xiaomi di Eropa

e-Business 13/05/2018, 16:33 WIB Load MoreSumber: Google News | Liputan 24 Tanah Merah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »