www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 4:11 AM

Kabupaten Tanpa Perpustakaan, Pegunungan Bintang Butuh Buku

Tak seperti anak-anak lain di Indonesia, bukan telepon genggam atau sepeda yang diinginkan Mabin Dokur Bamulki, siswa kelas 2 SD berumur delapan tahun dari Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Ia ingin buku dongeng.

“Saya ingin buku cerita. Saya suka membaca buku cerita dongeng. Saya sudah bisa baca,” kata Mabin Dokur.

Ada banyak anak seperti Mabin Dokur di Pegunungan Bintang. Mereka belajar membaca di sekolah, tetapi kekurangan bahan bacaan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengetahuan. Juga, bagi anak seusia Mabin Dokur, buku dongeng adalah jendela hiburan yang membuka imajinasi.

Pegiat pendidikan masyarakat di sana, Fransiskus Kasipmabin, tak mau tinggal diam. Sejak dua tahun yang lalu dia mulai merintis sebuah Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Tentu dengan segala keterbatasan, hingga beberapa bulan lalu, TBM itu sama sekali tak mampu memenuhi k einginan besar anak-anak dan warga Oksibil akan bahan bacaan. Padahal, lanjut Kasipmabin, membaca adalah salah satu cara mencerdaskan masyarakat Papua.

“Tujuannya adalah bagaimana kita merangsang masyarakat terutama di sekitar Oksibil, agar mereka mau datang ke taman baca agar bisa membaca, tujuan besarnya untuk mencerdaskan. Bangunannya sudah 60 persen jadi, tinggal rak-rak yang belum. Buku-buku dari kawan-kawan beberapa daerah sudah kirim buku. Dan masih butuh dukungan dari seluruh teman untuk mengirim buku demi meningkatkan minat baca bagi masyarakat,” jelas Fransiskus Kasipmabin.

Anak-anak Oksibil dan kegiatan mereka di Taman Bacaan Masyarakat setempat. (Foto: Fransiskus Kasipmabin/doc)
Anak-anak Oksibil dan kegiatan mereka di Taman Bacaan Masyarakat setempat. (Foto: Fransiskus Kasipmabin/doc)

Kasipmabin bercerita, Kabupat en Pegunungan Bintang akan berusia 16 tahun pada April tahun depan. Namun, sejak didirikan sebagai hasil pemekaran sampai sekarang, daerah ini tidak memiliki perpustakaan. Bahkan untuk membeli buku, warga harus ke Jayapura. Kedua kota ini dihubungkan melalui transportasi udara dengan lama tempuh sekitar 1 jam.

Ide pendirian TBM ini sudah muncul sejak Kasipmabin masih kuliah di Yogyakarta sekitar dua tahun lalu. Dalam diskusi intensif bersama empat kawannya, mereka sepakat bahwa sebuah taman bacaan dibutuhkan untuk mempercepat proses pendidikan masyarakat Papua. Target utama TBM ini tentu saja anak-anak sekolah yang sudah bisa membaca. Namun, masyarakat umum pun dapat mengaksesnya, tentu saja dengan proses belajar dari awal.

“Dan memang fasilitas seperti ini belum pernah ada, sehingga masyarakat tidak pernah membaca. Untuk masyarakat umum perlu ada sosialisasi, promosi, terutama ke kampung-kampung agar mereka bisa mengaksesnya,” tambah Kasipmabin.

Ali Arto, pengajar muda dari gerakan Indonesia Mengajar yang turut membangun TBM ini mengaku, memberi perhatian khusus terhadap ide Fransiskus Kasipmabin. Di tengah semua keterbatasan, ide aktivis pendidikan asal Oksibil itu layak didukung sepenuhnya. Karena itulah, para pengajar muda melakukan sejumlah upaya, mulai dari komunikasi ide ke sejumlah pihak hingga terlibat dalam pembicaraan resmi di tingkat kabupaten.

“Kami kekurangan buku bacaan yang diperlukan anak-anak, jadi TBM ini sebagai jembatan pengetahuan. Paling tidak anak-anak bisa difasilitasi dengan buku bacaan, apalagi sekarang ada program pengiriman buku gratis tiap tanggal 17 setiap bulannya melalui Kantor Pos. Lewat program itu, buku bisa masuk kesini,” kata Ali.

Sejak 17 Juni tahun lalu, PT Pos Indonesia memang meluncurkan program pengiriman buku gratis. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini hingga 10 kilogram untuk setiap kiriman ke berbagaiTBM yang ada di Indonesia. Program itu merupakan perintah Presi den Jokowi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017 setelah mendengar keluhan masyarakat literasi akan mahalnya pengiriman buku ke wilayah terpencil di Indonesia.

Kabupaten Tanpa Perpustakaan, Pegunungan Bintang Butuh Buku mohon tunggu Embed
Kabupaten Tanpa Perpustakaan, Pegunungan Bintang Butuh Buku
by VOA Indonesia

No media source currently available

0:00 0:03:23 0:00 Unduh
  • 128 kbps | MP3
  • 64 kbps | MP3
Pop-ou t player

Ali Arto sendiri yang sudah sepuluh bulan di Pegunungan Bintang merasakan sendiri bagaimana kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur menghambat upaya mencerdaskan generasi muda melalui buku.

“Kalau biaya pribadi akan sangat besar, karena ongkosnya besar. Medannya bergunung-gunung dan infrastruktur terbatas. Tiket pesawat sangat mahal. Kami, para pengajar muda di distrik mengangkut buku dengan beban tidak sedikit, memakai kardus berulang-ulang. Karena medannya sangat berat. Ini dilakukan dengan jalan kaki, kita pikul bukunya karena sepeda motor tidak bisa masuk ke desa-desa. Dari pusat distrik, masih harus jalan kaki 3-4 jam ke desa,” jelas Ali Arto.

Siapapun Anda bisa berperan mencerdaskan generasi muda di Pegunungan Bintang dengan mengirimkan buku kesana setiap tanggal 17 melalui Kantor Pos tanpa biaya. Kiriman dapat dialamatkan ke Fransiskus Kasipmabin di TBM Mabin Gubin, Kantor Pos Oksibil, Pegunungan Bintang. Dari TBM ini, buku-buku akan didistribusikan dengan berjalan kaki ke desa-desa terpencil. [ns/as-ab]

Sumber: Google News | Liputan 24 Oksibil

thumbnail

Posted by On 4:11 AM

Dulu Jalan Kaki dari Yalimo ke Jayapura Butuh Waktu Sebulan, Kini ...

Liputan6.com, Jayapura - "Ini jalan Jokowi. Jokowi kasih uang, trus jalan ini ada," begitu kata Anis Wayag (30) yang lebih senang menyebut jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura dan Wamena dengan Jalan Jokowi.

Walaupun Anis belum pernah bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bukan tanpa alasan Anis yang berasal dari Kampung Walarek, Kabupaten Yalimo, berkisah tentang kondisi jalan di daerahnya.

Dulunya, sebelum jalan ini ada, untuk menghubungkan jalan dari kampungnya ke Elelim, ibu kota Yalimo membutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya berjalan kaki menembus lebatnya hutan.

"Tapi setelah jalan trans ini terhubung hanya dibutuhkan waktu satu hari satu malam dengan berjalan kaki. Kondisi jalan sudah bagus dan terhubung. Terima kasih Pak Jokowi," kata Anis.

  • Puji Jokowi, Kapolri: Pembangunan Infrastruktur di Papua Nyata
  • Deretan Kendaraan yang Digunakan Jokowi saat Blusukan
  • Tol Laut sampai Jalur Kereta, Ini Hasil Kerja Jokowi

Jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura â€" Wamena terbentang sepanjang 575 kilometer. Jalan ini membelah gunung, menyisiri bukit hingga melewati sungai-sungai lebar. Walaupun masih dalam tahap pengerjaan, antusiasme warga dan sopir pembawa sembako dan kebutuhan pokok tak bisa lagi terbendung untuk melewati jalan ini.

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XVIII, Osman Marbun mengecek penuruan tingkat kecuraman jalan Trans Papua. (Liputan6.com/Katharina Janur)Ini menjadi cerminan bahwa animo masyarakat untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain di Papua melalui jalan darat sangat tinggi, terutama dari wilayah pesisir ke pegunungan seperti jalan dari Jayapura-Wamena.

Hebatnya lagi jalan Trans Papua Wamena - Jayapura menghubungkan delapan kabupaten di pegunungan tengah Papua yakni Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, Tolikara, Puncak Jaya, Ilaga, sampai tembus ke Sinak, Lanny Jaya, Kobakma, Nduga dan Mbua.

"Semangat warga memang luar biasa untuk mengirim sembako ke Wamena atau sebaliknya lewat jalan darat. Tapi, jika ini terus dilakukan akan mengganggu pengerjaan jalan. Jalan Wamena-Jayapura belum layak digunakan," kata Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XVIII, Osman Marbun saat meninjau langsung Trans Papua pada 7-8 September 2018.

1 dari 3 halaman

Menurunkan Ketinggian Jalan

Jalan Trans Wamena- Jayapura
Tingkat Kec uraman 70 derajat untuk tiba di Jembatan Kali Edan. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Dalam proses pengerjalan jalannya, banyak ditemukan sejumlah ruas jalan di atas ketinggian gunung yang diturunkan, misalnya pada KM 370 ada penurunan tingkatan jalan hingga 17 meter. “Intinya jalan harus nyaman untuk digunakan dan jika ada kondisi rawan harus dibenahi dan diturunkan kecuramannya,” kata Osman.

Termasuk pada sejumlah ruas jalan di lokasi tertentu yang rawan longsor tidak bisa digunakan terlebih dahulu.

Tahun ini ada lima titik yang diturunkan ketinggian jalannya, misalnya di daerah Sungai Gilika, lalu dua lokasi dekat Jembatan Kali Kruku dan di sekitar Sungai Edan yang kecuraman jalannya hingga 70 derajat.

"Ini semua masih dikerjakan. Progres pengerjaannya telah mencapai 60 persen dan harapannya akhir tahun ini bisa dilakukan pengaspalan," jelas Osman.

Jalan Trans Wamena-jayapura menghubungkan 8 kabupaten di Pegunungan Tengah Papua. (Liputan6.com/Katharina Janur)Bupati Kabupaten Yalimo, Lakius Peyon sependapat dengan Balai Jalan Nasional untuk menghentikan sementara penggunaan jalan Trans Papua. Harapannya, pengerjaan jalan bisa cepat dilakukan, tanpa adanya gangguan lalu-lalang mobil pembawa sembako dan kebutuhan warga lainnya.

"Data yang kami miliki ada sekitar 20-30 mobil yang setiap hari melintasi jalan itu. Kami harapkan ini bisa disetop terlebih dahulu," kata Lakius.

Sambil menunggu pengerjaan jalan, Pemkab Yalimo akan menyiapkan pos pengamanan yang akan ditempatkan di sejumlah titik ruas jalan tersebut.

"Banyak mobil atau truk yang sudah tiba di Yalimo dan akan melanjutkan perjalananny a ke Jayapura, saya minta kembali, karena jika diteruskan bisa mengganggu pekerjaan jalan," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Menekan Harga Kebutuhan Pokok

Jalan Trans Wamena-Jayapura
Jalur longsor rawan terjadi di Jalan Trans Wamena-Jayapura. (Liputan6.com/Katharina Janura)

Bupati Kabupaten Yalimo, Lakius Peyon menyebutkan jika ruas jalan Wamena-Jayapura terhubung, daerah yang dipimpinnya bisa menjadi jalur transit dan otomatis menekan harga kebutuhan pokok saat ini.

Misalnya saja harga semen jika dikirim lewat udara ongkos angkutnya bisa mencapai Rp 10-12 ribu per km, sehingga harga semen di Yalimo jika dikirim lewat udara bisa mencapai Rp 700 ribu per sak. Tetapi jika pengiriman dilakukan lewat darat maka harga semen bisa dijual seharga Rp 350-400 ribu per sak. “Penurunan harga bisa mencapai 200 persen jika jalan ini difungsikan,† kata Lakius.

Banyaknya warga yang melintasi jalan trans ini, karena memberikan dampak yang luar biasa bagi penurunan harga kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan tengah Papua.

Longsor di Jalan Trasn Wamena-Jayapura. (Liputan6.com/Katharina Janur)"Rencananya kami akan membuka jalan ini pada Desember dengan ditandai pengiriman barang dari Jayapura ke Wamena," Osman menambahkan.

Kini, jika jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena dan Jayapura difungsikan, maka akan mewujudkan mimpi Anis Wayag dan masyarakat Papua lainnya untuk mendapatkan harga kebutuhan pokok yang sama murahnya dengan daerah lainnya di Indonesia.

"Jalan ini juga bisa membawa saya bertemu dengan Pak Jokowi di Jayapura lewat jalan darat, tidak lagi menggunakan pesawat dan bisa menghemat biaya perjalanan," kata Anis sambil tersenyum senang.

Jalan Trans Papua

Sumber: Google News | Liputan 24 Ilaga

thumbnail

Posted by On 6:44 AM

Bentrokan antar Warga di Oebelo dan Tanah Merah! Ini yang ...

Berita NTT

Bentrokan antar Warga di Oebelo dan Tanah Merah! Ini yang Dilakukan Pemprov NTT

kasus bentrokan antar warga di Desa Oebelo dan Tanah Merah bukan bentrokan antar kelompok Timor Leste dan kelompok Tanah Merah

Bentrokan antar Warga di Oebelo dan Tanah Merah! Ini yang Dilakukan Pemprov NTTpos kupang.com, edy hayongPasukan TNI-Polri yang pasca bentrokan antar warga Oebelo dan Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, mulai ditarik dari kedua desa tersebut. Tidak terlihat lagi anggota TNI-Polri berseragam lengkap siaga di lokasi termasuk kendaraan seperti water canon.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Kepala Kesbangpolinmas Provinsi NTT, Sisilia Sona mengatatakan, terkait kasus bentrokan antar warga yang terjadi di Desa Oebelo dan Tanah Merah bukan merupakan bentrokan antar kelompok Timor Leste dan kelompok Tanah Merah.

" Itu bentrokan terjadi karena orang per orang. Tetapi karena kita tinggal dalam relokasi yang sama akhirnya dikatakan bahwa itu bentrokan antar warga lokal dan warga Timor Leste," kata Sisilia dalam acara pembukaan musyawara Kokpit di Ballroom Komodo, Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI yang beralamat Jalan Polisi Militer, Kota Kupang pada, Sabtu (1/9/2018).

Terkait dengan persoalan bentrokan tersebut, jelas Sisilia, pemerintah Provinsi NTT telah mengambil beberapa langkah diantaranya melakukan rapat forkopimda Provinsi NTT yang dipimpin oleh Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon.

Keputusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut, ungkap Sisilia, antara lain penegakan hukum yang tegas bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut, karena Indonesia adalah negara hukum sehingga tidak ada orang yang kebal terhadap hukum.

" Siapa yang melakukan pelanggaran dia harus menerima ketika itu akan ditegakan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Sisilia.

Kedua, kata Sisilia, pemerintah Provinsi NTT akan melakukan upaya-upaya rekonsiliasi antar kedua warga. Namun pemerintah provinsi NTT masih menunggu kesenpatan untuk bertemu Bupati Kabupaten Kupang.

" Karena rekonsiliasi yang dibuat sampai dengan melakukan sumpah adat, karena beliau sudah menjamin kepada penjabat gubernur bahwa beliau yang akan mengambil langkah-langkah rekonsiliasi tersebut dan kami akan bersama beliau," kata Sisilia.

Sisilia mengatakan, masyarakat harus betul-betul percaya kepada pemerintah dan jangan main hakim sendiri ketika ada persoalan. Menurutnya, tidak ada masalah di dunia ini yang tidak dapat diselesaikan, karena emua masalah pasti dapat diselesaikan.

Keputusan ketiga, tambah Sisilia, pemerintah Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan sejumlah langkah demi kepentingan mssyarakat yang ada di provinsi NTT.

" Apakah menyelesaikan status kepemilikan tahan, atau apakah ada pemukiman baru, karena pemukiman itu tidak boleh hanya terpusat pada satu kelompok tertentu saja, karena ketika terjadi masalah maka mobilisasinya akan sangat mudah sehingga kita mencoba agar semua membaur dalam nuansa kebersamaan karena kita Indonesia," katanya.

Sepanjang ada perasaan primodialisme yang tinggi, tegas Sisilia, maka kita tidak akan merasa berada di negara Indonesia secara utuh. Oleh karena itu, mari kita hidup dalam negara Indonesia seratus persen dan mengakui ideologi pancasila seratus persen. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi Editor: Ferry Ndoen Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Video Viral Pesta Pernikahan dan Dangdutan Digelar di Kuburan, Penonton Duduk Santai di Atas Makam Sumber: Google News | Liputan 24 Tanah Merah

thumbnail

Posted by On 6:44 AM

Polsek Tanah Merah Atur Lalin di Pasar Patemon Sabtu Ini

Tribratanewsbangkalan.com - Akhir pekan menjadi salah satu pekerjaan rutin kepolisian untuk bersiaga mulai dari pagi hari demi menjaga keamanan dan juga ketertiban agar tidak terjadi kericuhan saat terjadi kemacetan. Hal ini berlaku di Pasar Patemon, Tanah Merah yang terpantau padat dan memiliki banyak sekali aktivitas kendaraan lalu lalang sehingga membutuhkan bantuan yang terbilang berat. Sabtu pagi, (8/9/18) pukul 06.30 WIB jajaran Satlantas Polsek Tanah Merah terlihat mulai bersiaga mengatur ruas jalan di depan pasar Patemon yang terpantau sangat padat. Kendaraan yang keluar masuk pasar serta waktu jam sekolah dan masuk kerja membuat jalan di pasar patemon harus ditan gani oleh ahlinya. Satlantas Polsek Tanah Merah pun bersiaga mengatur ruas jalan agar kemacetan panjang tidak semakin terjadi. Salah satu penyebab kemacetan lainnya sebenarnya karena ruas jalan di depan Pasar Patemon tidak terlalu lebar. Sehingga kemacetan kerap kali tak bisa dihidarkan. "Pasar Patemon merupakan salah satu pasar yang sangat menyita waktu bagi kendaraan yang ingin berlalu lalang. Ini dikarenakan pasar ini memiliki interaksi yang cukup banyak sehingga terbilang salah satu pasar padat di Kabupaten Bangkalan. Oleh karena itu, anggota Satlantas yang kami turunkan untuk mengatur lalin agar tidak semakin macet,"tutur Kapolsek Tanah Merah AKP Andi Bahtera, S.E., S.H melalui Paur Subbag Humas Polres Bangkalan Bripka Eko Ferry Ismidawanto yang mewakili Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Lilik Wijayati (Eko/Duwi)Sumber: Goog le News | Liputan 24 Tanah Merah

thumbnail

Posted by On 6:44 AM

Polsek Tanah Merah Atur Lalin di Pasar Patemon Sabtu Ini

Tribratanewsbangkalan.com - Akhir pekan menjadi salah satu pekerjaan rutin kepolisian untuk bersiaga mulai dari pagi hari demi menjaga keamanan dan juga ketertiban agar tidak terjadi kericuhan saat terjadi kemacetan. Hal ini berlaku di Pasar Patemon, Tanah Merah yang terpantau padat dan memiliki banyak sekali aktivitas kendaraan lalu lalang sehingga membutuhkan bantuan yang terbilang berat. Sabtu pagi, (8/9/18) pukul 06.30 WIB jajaran Satlantas Polsek Tanah Merah terlihat mulai bersiaga mengatur ruas jalan di depan pasar Patemon yang terpantau sangat padat. Kendaraan yang keluar masuk pasar serta waktu jam sekolah dan masuk kerja membuat jalan di pasar patemon harus ditan gani oleh ahlinya. Satlantas Polsek Tanah Merah pun bersiaga mengatur ruas jalan agar kemacetan panjang tidak semakin terjadi. Salah satu penyebab kemacetan lainnya sebenarnya karena ruas jalan di depan Pasar Patemon tidak terlalu lebar. Sehingga kemacetan kerap kali tak bisa dihidarkan. "Pasar Patemon merupakan salah satu pasar yang sangat menyita waktu bagi kendaraan yang ingin berlalu lalang. Ini dikarenakan pasar ini memiliki interaksi yang cukup banyak sehingga terbilang salah satu pasar padat di Kabupaten Bangkalan. Oleh karena itu, anggota Satlantas yang kami turunkan untuk mengatur lalin agar tidak semakin macet,"tutur Kapolsek Tanah Merah AKP Andi Bahtera, S.E., S.H melalui Paur Subbag Humas Polres Bangkalan Bripka Eko Ferry Ismidawanto yang mewakili Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Lilik Wijayati (Eko/Duwi)Sumber: Goog le News | Liputan 24 Tanah Merah

thumbnail

Posted by On 6:44 AM

DAHSYAT...Dihantam Puting Beliung, 67 Rumah Tanah Merah Inhil ...

Senin,10 September 2018 - 19:28:49 WIB

Karena Haram, Capaian Imunisasi MR di Riau Terendah Kedua se-Indonesia

Pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella (MR) sejatinya telah dimulai serentak di 28 provinsi se-Indonesia sejak Agustus lalu. Sayangnya, pelaksanaan imunisasi tersebut mendapat banyak penolakan di Provinsi Riau karena warga

MENJIJIKKAN...Nawir Si Pembunuh Nenek Kandungnya Ternyata Suka Makan Kadal dan Kucing Mentah-mentah Berangkat ke NTB, GenBI Riau Serahkan Langsung Bantuan untuk Korban Gempa Lombok Padahal Baru Dilaunching, Rumah Batik Muara Takus Mulai Dilirik Konsumen HEBOH...Seorang Guru SD Beri PR Aneh, Minta Murid-muridnya Menghitung 100 Juta Butir Beras Keluarkan Perbub, Bupati Amril Permudah Warga untuk Urus e-KTP KEJAM...Dihadang dan Ditembaki Kawanan Perompak, Seorang Nelayan Pencari Kerang di Rohil Tewas dan 2 Rekannya Luka-Luka KEREN...Halte Bus TMP Bakal Dilengkapi Toilet dan Musala, Disini Lokasinya TRAGIS...Lagi Asik Bermain, Bocah 3 Tahun Tewas Dilindas dan Diseret Honda Jazz Milik Tetangganya KLHK Menang Gugatan Karhutla, 3 Perusahaan di Riau, Sumsel dan Kalsel Didenda Rp1,3 Triliun Andi Rachman Mundur, Wagub Wan Thamrin akan Isi Posisi Gubernur Riau

Senin,10 September 2018 - 14:20:53 WIB

ALAHMAKKK...Siang Akad Nikah, Malamnya Wisnu Menjambret Mahasiswi untuk Biaya Bulan Madu

Belum bekerja tapi berani menikah. Akibatnya, ketika butuh uang untuk keperluan bulan madu saja, tidak punya sehingga merampas harta orang lain.

INNALILLAHI...Berniat Ambil Bola, Bocah 10 Tahun Terpeset dan Tewas Tertancam Pagar Besi LAKALANTAS MAUT...Pulang Mengajar, Ibu Guru Dwi Tewas Dilindas Truk di KM 12, Sopirnya Lari... AKHIRNYA...Bripda Puput Buka Suara Terkait Rencana Nikah dengan Ahok, Ini Pengakuannya... NGEBUT LANTAS PECAH BAN, Bus PMH Terbalik di Perawang Barat, Penumpangnya Tewas dan Luka-luka Ini Kisah Mus, Pria Asal Indonesia Penjaga Air Zamzam di Tanah SuciSumber: Google News | Liputan 24 Tanah Merah

thumbnail

Posted by On 6:44 AM

DAHSYAT...Dihantam Puting Beliung, 67 Rumah Tanah Merah Inhil ...

Senin,10 September 2018 - 19:28:49 WIB

Karena Haram, Capaian Imunisasi MR di Riau Terendah Kedua se-Indonesia

Pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella (MR) sejatinya telah dimulai serentak di 28 provinsi se-Indonesia sejak Agustus lalu. Sayangnya, pelaksanaan imunisasi tersebut mendapat banyak penolakan di Provinsi Riau karena warga

MENJIJIKKAN...Nawir Si Pembunuh Nenek Kandungnya Ternyata Suka Makan Kadal dan Kucing Mentah-mentah Berangkat ke NTB, GenBI Riau Serahkan Langsung Bantuan untuk Korban Gempa Lombok Padahal Baru Dilaunching, Rumah Batik Muara Takus Mulai Dilirik Konsumen HEBOH...Seorang Guru SD Beri PR Aneh, Minta Murid-muridnya Menghitung 100 Juta Butir Beras Keluarkan Perbub, Bupati Amril Permudah Warga untuk Urus e-KTP KEJAM...Dihadang dan Ditembaki Kawanan Perompak, Seorang Nelayan Pencari Kerang di Rohil Tewas dan 2 Rekannya Luka-Luka KEREN...Halte Bus TMP Bakal Dilengkapi Toilet dan Musala, Disini Lokasinya TRAGIS...Lagi Asik Bermain, Bocah 3 Tahun Tewas Dilindas dan Diseret Honda Jazz Milik Tetangganya KLHK Menang Gugatan Karhutla, 3 Perusahaan di Riau, Sumsel dan Kalsel Didenda Rp1,3 Triliun Andi Rachman Mundur, Wagub Wan Thamrin akan Isi Posisi Gubernur Riau

Senin,10 September 2018 - 14:20:53 WIB

ALAHMAKKK...Siang Akad Nikah, Malamnya Wisnu Menjambret Mahasiswi untuk Biaya Bulan Madu

Belum bekerja tapi berani menikah. Akibatnya, ketika butuh uang untuk keperluan bulan madu saja, tidak punya sehingga merampas harta orang lain.

INNALILLAHI...Berniat Ambil Bola, Bocah 10 Tahun Terpeset dan Tewas Tertancam Pagar Besi LAKALANTAS MAUT...Pulang Mengajar, Ibu Guru Dwi Tewas Dilindas Truk di KM 12, Sopirnya Lari... AKHIRNYA...Bripda Puput Buka Suara Terkait Rencana Nikah dengan Ahok, Ini Pengakuannya... NGEBUT LANTAS PECAH BAN, Bus PMH Terbalik di Perawang Barat, Penumpangnya Tewas dan Luka-luka Ini Kisah Mus, Pria Asal Indonesia Penjaga Air Zamzam di Tanah SuciSumber: Google News | Liputan 24 Tanah Merah