www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 4:35 AM

Media Jepang Soroti Aksi Pembantaian Buaya di Sorong Papua

Media Jepang Soroti Aksi Pembantaian Buaya di Sorong Papua

Pembantaian terhadap 200an ekor buaya di Sorong Papua mendapat sorotan dari media Jepang antara lain NHK, AFP Japan serta media lainnya.

Media Jepang Soroti Aksi Pembantaian Buaya di Sorong PapuahandoutRatusan warga Tugu Merah, SP 1, Kita Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, mengamuk hingga membantai 292 ekor buaya di penangkaran milik seorang pengusaha di Jalan Bandara, SP 1, Kelurahan Klamalu, lantaran salah seorang warga tewas dimangsa buaya, Jumat (13/7/2018)

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Pembantaian terhadap 200an ekor buaya di Sorong Papua mendapat sorotan dari med ia Jepang antara lain NHK, AFP Japan serta media lainnya.

"Buaya yang sempat membunuh seorang warga setempat di Papua membuat masyarakat setempat marah dan membunuh sekitar 300 ekor buaya dan kini mendapat keprihatinan mendalam dari badan pelestarian alam setempat," ungkap NHK, Senin (16/7/2018).

Peristiwa pembantaian 292 ekor buaya terjadi pada Sabtu (14/7/2018).

Massa membantai buaya setelah seorang warga bernama Sugito tewas dimangsa buaya saat sedang mencari rumput di sekitar area penangkaran buaya, pada Jumat (13/7/2018).

Baca: Tak Ada Biaya Pendaftaran, Enam Calon Mahasiswa Miskin Mengadu ke Senator

Baca: 5 Senjata Kimia Paling Mematikan Sepanjang Sejarah yang Sudah Makan Banyak Korban Jiwa Tak Berdosa

Dari 292 ekor buaya, dua ekor di antaranya milik pemerintah dan 290 ekor lainnya adalah aset pemegang izin, PT Mitra Lestari Abadi.

"Seorang pegawai mendengar seseorang berteriak m inta tolong. Dia dengan cepat pergi dan melihat buaya itu menyerang. Orang tersebut tewas dan warga datang ke penangkaran dan membunuh semua buaya," ungkap Kepala Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) di Papua Barat, Basar Manullang.

Setelah pemakaman warga pada 14 Juli, ratusan penduduk desa menyerang tempat buaya dengan tongkat, pisau dan lainnya untuk menaklukkan mereka.

Baca: Hirup Asap Bensin, Delapan Imigran Libya Ditemukan Tewas dalam Kontainer

Baca: Plt Gubernur belum Tahu Siapa yang Akan Lantik KIP

Dari 292 buaya yang dibunuh ada yang sekitar dua meter panjang tubuhnya.

"Ada juga warga lokal yang membuat video memperlihatkan bagaimana aksi pembunuhan dan mengerek buaya dengan tali," tambah NHK.

Ada buaya yang berada dalam tempat perlindungan serta izin dari pemerintah.

Otoritas perlindungan satwa lokal setempat mengutuk hal tersebut.

"Polisi setempat juga se dang memeriksa pertanggungjawaban dan melakukan investigasi tindakan kriminal," lapor NHK.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aksi Pembantaian Buaya di Sorong Papua Jadi Sorotan Media Jepang

Editor: Amirullah Sumber: Tribunnews Ikuti kami di Sumber: Berita Papua

no image

Posted by On 4:35 AM

TNI: Ada Pesawat Asing Mata-matai Papua

  • VIVA â€" Tentara Nasional Indonesia menyatakan selama ini banyak penerbangan asing yang masuk ke wilayah udara Papua. Bahkan, mereka memata-matai kondisi Papua.

    Menurut Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Marsma TNI Jorry Koloay, pesawat-pesawat asing keluar masuk wilayah udara Papua dengan mudah karena minimnya sarana prasarana dan personel pengawas lalu lintas penerbangan.

    "Untuk tahun lalu saja, ada tujuh penerbangan asing ilegal yang melintasi udara Papua, mereka terbang dari Australia menuju Guam maupun Filipina dan sebaliknya," ujar Jorry Koloay di Jayapura, Selasa, 17 Juli 2018.

    Jenderal bintang satu itu menuturkan, penerbangan asing yang melintasi udara Papua dianggap ilegal, karena izin yang dimiliki saat terbang tidak sesuai dengan yang dilaporkan.

    "Memang ada izin, tapi jenis pesawat yang dilaporkan berbeda, bahkan orang dalam pesawat juga beda sehingga kami anggap ilegal,” ujarnya.

    Menurut dia, ada juga penerbangan asing yang melakukan pengamatan dan pengintaian serta foto udara secara diam-diam. Kerawanan lain, lanjutnya, banyak penerbangan internal Papua yang tak memiliki izin terbang.

    Lihat Juga
    • Polri Pastikan Logistik Pilkada Serentak di Papua Terdistribusi

    • Baku Tembak Usai Penyerangan Pesawat di Papua, Tiga Tewas

    • Pesawat Dimonim Air Ditembaki Orang Tak Dikenal di Papua

    "Ada 302 lapangan terbang dan bandara di wilayah Papua, sementara sarana prasarana serta SDM sangat terbatas akibatnya sulit dikontrol, dan inilah yang menjadikan banyaknya penerbangan ilegal. Padahal kondisi seperti ini sangat rawan terjadi kecelakaan udara," ujarnya.

    Wilayah udara Papua juga sangat rawan dari aksi teror, baik dari kelompok bersenjata maupun teroris karena wilayah Papua yang berbatasan dengan negara lain.

    "Potensi penerbangan diganggu oleh kelompok teroris sangat tinggi karena wilayahnya yang luas serta berbatasan dengan negara lain seperti Australia, Filipina, PNG serta negara-negara Pasifik lainnya," kata dia.

    Jorry Koloay mengatakan, dibutuhkan sekitar tiga ribu personel untuk bisa mengontrol 302 bandara yang ada di Papua.

    "Kalau lapangan ter bang dan bandara di Papua jumlahnya 302, maka personel yang dibutuhkan sekitar tiga ribuan, atau lima sampai enam batalion," kata Jorry.

Sumber: Berita Papua