Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Presiden Jokowi Diundang Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ada ...

Posted by On 8:56 PM

Presiden Jokowi Diundang Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ada ...

Ilustrasi Jembatan Pancasila - Palmerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Istimewa).
Ilustrasi Jembatan Pancasila - Palmerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Istimewa).

INFONAWACITA.COM â€" Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengundang Presiden Jokowi. Untuk melakukan peletakan batu (groundbreaking) pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur pada 1 Juni 2018 nanti.

“Saya sudah mengirim surat permohonan kepada Bapak Presiden Joko Widodo di Jakarta untuk melakukan pembangunan awal jembatan Pancasila-Palmerah,” kata Gubernur Frans Lebu Raya di Kupang, Selasa (15/5/2018).

Ia mengatakan studi kelayakan dan perencanaan (DED) jembatan yang menghubungkan Pantai Paloh di daratan Kota Larantuka dengan dengan Tanah Merah di Pulau Adonara sudah selesai dilakukan.

Rencana pembangunan jembatan sepanjang 800 meter itu, sekaligus dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL), yang memanfaatkan arus Selat Gonsalu.

Menurut gubernur, investor dari Tidal Bridge (Belanda) dan PT PLN Persero sudah menyepakati tarif listrik dari turbin. Sebesar US$14 sen per kilowatt hour (kWh).

Investor, katanya, menggunakan tarif listrik sesuai dengan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan.

“Sehingga bisa dibilang, tahapannya sudah final soal harga ini karena PLN siap membeli tarif listrik dari investor,” kata gubernur dua periode itu.

Infografik Jembatan Pancasila - Palmerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: mediaindonesia.com)
Infografik Jembatan Pancasila â€" Palmerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: mediaindonesia.com)

Ia menjelaskan, Tidal Bridge sudah bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) untuk pembangunan proyek secara keseluruhan.

Pembiayaan proyek tersebut, lanjut gubernur, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak investor. Dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun.

“Jadi tidak menggunakan dana APBD. Tetapi dibiayai investasi asing sebagai bentuk kerja sama ‘business to business’ antara Indonesia dan Belanda,” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Sumber: Google News | Liputan 24 Tanah Merah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »