Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Industri Rumahan Jadi Harapan Baru Perempuan di Biak Numfor

Posted by On 6:23 PM

Industri Rumahan Jadi Harapan Baru Perempuan di Biak Numfor

RAKYATKU.COM - Desa Manswam, Kabupaten Biak Numfor, menjadi salah satu daerah di Provinsi Papua yang perempuan-perempuannya masih kurang aktif dan produktif secara ekonomi. Aktifitas utama mama-mama Papua di desa tersebut kebanyakan adalah ibu rumah tangga, sebagian kecil bekerja dengan waktu yang tak tentu seperti menjual buah pinang dan membuat cenderamata.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) merasa perlu mendorong pemberdayaan perempuan di Desa Manswam, salah satunya dengan memberikan bantuan berupa mesin pengasapan ikan.

"Ikan-ikan di Biak ini termasuk berkualitas bagus. Ibu-ibu harus melihat peluang ini dan menjadikannya sebagai pembuka pintu bagi kesejahteraan keluarga juga, dengan mengembangkan industri rumahan,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, dalam keterangan resminya.

Menurut Yohana, perempuan harus ikut terlibat dalam pembangunan di daerah. Misalnya dengan bersaing dalam dunia usaha.

Selain partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi meningkat, diharapkan kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat. Sehingga mendorong anak-anak di Papua tetap bisa bersekolah dan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Hal ini pun disambut positif ibu-ibu di Desa Manswam. Antusias mereka ditandai dengan besarnya keinginan untuk mengikuti pelatihan produksi ikan asap yang akan diberikan Dinas Pemberdayaan Perempuan Biak Numfor dalam waktu dekat.

Baca Juga

  • Industri Rumahan Bantu Ekonomi Mama-mama Kampung Wardo
  • Ke Bantaeng, Sekretaris Kemen PPPA: Tak Ada Toleransi Perkawinan Anak
  • Kemen PPPA Tolak Perkawinan Anak

Agar lebih banyak ibu-ibu terlibat dalam membangun industri rumahan yang baru pertama kali ada di desa mereka.

“Kami berterimakasih karena dengan alat yang diberikan ibu Menteri Yohana dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kami dari ibu-ibu dapat memproduksi hasil olahan ikan dan dijual. Karena di sini punya hasil ikan banyak," ujar Meria Rangga, anggota kelompok industri rumahan ikan asap.

"Termasuk suami saya, tiap hari melaut jadi hasil produksi ini bisa menambah penghasilan ekonomi dalam keluarga. Dan selama ini, perempuan-perempuan disini banyak yang menganggur meski tamat sekolah. Setidaknya bantuan ini membuka lapangan kerja baru bagi perempuan di desa kami.”

Saat ini jumlah pelaku usaha Industri Rumahan di Indonesia mencapai 3764 di 21 kabupaten/kota pada 2017. Angka ini meningkat signifikan dar i sebelumnya 2953 di 14 kabupaten/kota.

Sumber: Google News | Liputan 24 Biak

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »